Halaman

Linkin Park_ What I've Done

Kamis, 26 Desember 2013

Cerpen Ku :D


 Haaaiiii semuanya,,,, aku punya cerita pendek niih..  :D
ini adalah cerpen ku pada waktu SMA... :)
Dibaca yaah... :D
Selamat membaca... :)




Musibah Pembawa Berkah

Oleh : FITRIA

Masih terlihat dari wajah Fairah yang masih menyimpan kesedihan yang begitu amat dalam. Setiap hari dia selalu teringat dengan semua kenangan bersama Ibunya. Dan diapun selalu menangis jika mengingat semua kenangan itu.
“ Ibu, mengapa Ibu begitu cepat meninggalkan Adik? “. Sambil menangis dalam hatinya dia selalu mengatakan itu berulang kali.
Fairah mungkin memang belum bisa menerima semua keadaan ini. Dia selalu merasa bersalah karena tidak bisa membahagiakan Ibunya.
“ Ya Allah, mengapa Engkau tidak izinkan ku untuk membahagiakan Ibuku? Kenapa Engkau begitu cepat mengambilnya, ya Allah? “. Sambil melihat foto yang digenggamnya bersama Ibunya.
Dan beberapa saat kemudian dia tiba-tiba tertidur. Saat tertidur, dia bermimpi betemu dengan sesosok orang yang tak begitu jelas wajahnya dan ia pun berkata pada Fairah.
“ Hai anak kecil janganlah kamu terus-menerus larut dalam kasedihan karena itu akan membuat Ibumu sakit. Janganlah kamu merasa bahwa kamu adalah orang yang paling malang, karena kamu tidak tahu bahwa itu akan membuat kamu jatuh dan tidak akan bisa tuk bangun lagi. Sadarlah bahwa masih ada orang yang perduli dan butuh kamu “.
Tiba-tiba ditengah malam dia terbangun dan ketakutan karena mendengar sesosok suara yang begitu menyeramkan itu. Dan dia pun merenungi kata-kata yang diucapkan laki-laki itu.
“ Ya Allah aku tidak boleh sperti ini, aku harus kuat dan aku tidak boleh terus-menerus bersedih. Aku juga tidak ingin membuat Ibuku menjadi sakit atau sedih di alam sana. Aku harus kuuaaaattt....... Demi Ibu aku berjanji akan selalu membahagiakan orang yang aku sayang “. Dia berkata dan sambil memegang foto yang digengam tangannya itu.
Tidak lama kemudian adzan subuh pun tiba. Saatnya fairah bangun dan bersiap-siap untuk sholat subuh. Dalam sholatnya pun dia tidak pernah luput untuk selalu mendo’akan Ibunya maupun keluarganya.
“ Ya Allah, hanya padaMu kami memohon dan hanya padaMu-lah kami berserah. Ya Allah ampunilah segala dosa-dosa kedua orang tuaku. Dan tempatkanlah Ibuku ke dalam surga-Mu bersama orang yang mendapat rahmat-Mu. Dan berikanlah hamba salalu keikhlasan dalam menghadapi hidup ini ya Allah “. Fairah berdo’a dengan penuh harapan dan begitu yakin, sehingga ia meneteskan air mata.
Pagi pun tiba, Fairah sudah harus bersiap-siap untuk pergi sekolah. Dan dia tidak pernah lupa untuk selalu membersihkan rumahnya sebelum ia pergi sekolah. Fairah memang anak yang rajin bahkan dia selalu mengerjakan semua pekerjaan rumahnya jika kakaknya pergi.
Sesampai di sekolah Fairah memang sangat bersemangat untuk belajar. Dia sadar bahwa dia harus berusaha untuk membahagiakan keluarganya. Dan setiap kali ia disuruh oleh guru untuk mengerjakan soal, dia selalu menjawabnya dengan semangat, walaupun terkadang ada jawabannya yang salah. Dia memang bersemangat sekali untuk belajar. Itu dilakukannya karena dia ingin mendapatkan beasiswa, supaya Ayahnya tidak terbebani lagi dengan biaya sekolahnya.
Bel istirahat pun berbunyi, semua teman-teman Fairah pun  beristirahat dan sebagian pun ada yang pergi kekantin. Sedangkan Fairah, ia bukan istirahat ataupun pergi kekantin tapi dia malah pergi ke perpustakaan untuk belajar. Dia sangat berusaha sekali untuk mendapatkan beasiswa itu, bahkan diapun tidak perduli dengan perutnya yang begitu lapar.
Tidak lama setelah itu, teman Fairah pun datang menghampirinya.
“ Hai Fairah, mau kekantin gak ? jangan belajar terus donk. Kasihan tahu cacing yang ada diperut kamu itu, pasti kelaparan “. Kata teman Fairah yang terlihat begitu risih dengannya.
“ Aku tidak lapar kok Fanah....” jawab Fairah.
“ Ya udah deh kalau gitu, aku kekantin dulu ya”. Jawab Fanah temannya.
“ Iya Fan”. Jawab Fairah.
Tidak lama kemudian bel masuk pun berbunyi. Semua murid masuk kekelas dan memulai lagi pelajaran selanjutnya. Fairah yang terlihat semangat untuk belajar membuat gurunya sangat heran dengannya, karena selama ini dia tidak pernah sesemangat ini. Keheranan gurunya itu membuat bangga pada dirinya karena Fairah sudah berubah dan menjadi anak yang rajin.
“ Fairah, Ibu berharap perubahan kamu ini tidak akan pernah pudar ya? “ guru Fairah berkata dengan nada yang menasehati.
“ Iya bu, saya juga berharap perubahan saya ini membawa berkah dan keberuntungan bagi saya maupun orang lain, amin “. Jawab Fairah dengan nada yang halus.
Bel pulang pun berbunyi dan menandakan semua siswa untuk pulang.
Sesampai dirumah, Fairah kembali lagi untuk beraktifitas seperti biasanya, yaitu membereskan rumahnya.
“ Dek, kamu udah pulang ya? “ tanya kakak Fairah yang sedang mencuci baju.
“ Iya kak “. Jawab Fairah.
“ Dek, kalau kamu capek, biar kakak aja yang membereskan rumah “. Jawab kakak.
“ nggak apa-apa kok kak, biar adek aja yang membereskannya”. Jawab Fairah dengan tersenyum.
“ Ya udah, kalau kamu udah membereskan semuanya, kamu istirahat ya? “. Tanya kakak.
“ Ok deh kak “. Jawab Fairah sambil tersenyum dengan kakaknya.
Akhirnya semua pekerjaannya pun selesai juga dan waktunya untuk istirahat. Setelah Fairah istirahat, malamnya ia melanjutkan untuk belajar. Tidak lama setelah ia belajar, tiba-tiba ia mendengar suara pintu terbuka dan itu ternyata Ayahnya. Kemudian dia menghampiri Ayahnya dan berkata.
“ Ayah kok baru pulang malam-malam begini?? “. Tanya Fairah yang terlihat begitu khawatir kepada Ayahnya.
“ Ayah tadi ada kerjaan jadi Ayah pulangnya agak malam “. Jawab Ayahnya dengan nada yang begitu lemas.
“ Ya udah, kalau gitu Ayah istirahat aja ya? “ jawab Fairah.
“ Iya anakku “. Jawab Ayahnya dengan senyuman.
Fairah memang begitu sayang kepada Ayahnya sehingga dia sangat peduli sekali kepada Ayahnya. Melihat Ayahnya yang sudah tua itu harus bekerja siang malam membuat ia merasa sedih dan merasa bersalah karena belum bisa membahagiakan Ayahnya.
“ huuffttt.....kapan ya aku jadi orang kaya? “. Fairah berkhayal dengan berharap menjadi orang kaya.
“ aduuhhh.....tidak tidak, aku tidak boleh berkhayal seperti itu. Itu kan cuman khayalan saja, mana mungkin itu bisa terjadi jika tanpa usaha “. Dia berkata dalam hatinya sambil menggelengkan kepalanya.
Pagi pun tiba, seperti biasanya Fairah memulai untuk beraktifitas mengerjakan rumah sebelum pergi kesekolah. Saat di sekolah tiba-tiba Fairah mendapatkan kabar bahwa Ayahnya sakit. Setelah mendengar kabar itu, dia segera pergi kerumah sakit untuk menemui Ayahnya. Sesampai disana ternyata Ayahnya telah berada diruangan UGD ( Unit Gawat Darurat ). Dan itu membuat Fairah gelisah dan sangat khawatir sekali pada Ayahnya. Tak lama kemudian seorang Dokter pun keluar dan mengatakan padanya bahwa Ayahnya telah mengalami kelumpuhan dan mungkin itu sangat sulit untuk disembuhkan atau bahkan tidak bisa untuk disembuhkan lagi.
Setelah mendengar berita itu, Fairah pun sangat terkejut dan tidak bisa untuk berkata - kata lagi. Wajahnya pun berubah dan matanya mulai berkaca – kaca.
“ Ya Allah cobaan apa lagi yang Engkau berikan padaku ? ”. Ia mengatakan itu sambil menangis.
Kesedihan Fairah pun semakin dalam setelah baru saja ditinggalkan Ibunya, dan sekarang ia mendapatkan masalah yang cukup berat baginya.
Satu tahun kemudian, Fairah ternyata telah lulus sekolah dan sekarang ia bekuliah disebuah Universitas Negeri Gadjah Mada yang ada di Yogyakarta. Ia bisa berkuliah karena ia telah mendapatkan beasiswa dari sekolahnya. Dan akhirnya keinginan dia untuk berkuliah pun sudah tercapai.
“ Alhamdulillah ya Allah..... Akhirnya aku bisa berkuliah. Aku yakin dibalik cobaan ini pasti ada hikmahnya, dan ternyata itu benar. Terima kasih ya Allah “. Dia mengatakan itu disaat ia berdo’a.
Tapi keinginan Fairah tidak hanya berhenti disitu saja, ia harus tetap mempertahankan beasiswanya itu, supaya dia bisa berkuliah tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. Mungkin tujuan Fairah hanya satu yaitu bisa membahagiakan Ayah dan kakaknya.
Waktu pun terus berjalan, Fairah yang terlihat begitu semangat untuk berkuliah membuat Ayahnya sangat bangga kepadanya. Walaupun Ayahnya harus merelakan untuk tidak bisa melihat anaknya itu untuk waktu beberapa tahun. Tapi ia yakin bahwa anaknya itu bisa meraih segala cita – citanya.
Lima tahun kemudian, disebuah Universitas Negeri Gadjah Mada sedang mengadakan acara wisuda untuk kelulusan bagi Mahasiswa dan Mahasiswi yang telah lulus. Dalam acara itu terlihat Fairah menghadiri acara tersebut yang menandakan bahwa ia telah lulus kuliah. Dalam acara tersebut, semua teman – teman Fairah begitu senang karena keluaraga dari masing – masing temannya itu bisa mrnghadiri acara tersebut. Sedangkan Fairah tidak satu pun ada keluarga yang menghadiri acara wisudanya itu.
“ Hai Rah, kenapa kamu terlihat begitu sedih? Inikan acara kelulusan kita, seharusnya kamu senang dong..... “ Tanya temannya Fairah yang sedang memperhatikan Fairah yang diam berdiri.
“ Oohh.... Aku nggak apa – apa kok. Aku cuma sedih sedikit karena gak ada satu pun keluarga yang mengunjungiku. Tapi gak apa – apa sih, aku maklumi soalnya Ayah ku kan gak bisa pergi kemana – mana karena lumpuh. Tapi aku yakin kalau Ayah ku pasti mendo’akan ku yang terbaik dari sana “. Jawab Fairah dengan penuh senyuman.
“ Ya uda, kalau gitu kamu ikut berkumpul sama keluarga aku saja. Kamu kan sudah aku anggap sebagai saudaraku “. Jawab temanya.
“ Makasih ya Vril, kamu uda sangat baik sama aku “. Jawab Fairah yang masih terilihat begitu sedih di wajahnya.
“ Iya sama – sama Rah “. Jawab temannya dengan tersenyum.
Keesokan harinya Fairah pulang kekampung halaman. Dia sangat rindu sekali dengan kampung halamannya terutama dengan keluarganya. Sesampai dirumahnya, dia langsung teriak dan segera memanggil Kakaknya.
“ Kakak, adek udah pulang......... “. Teriak Fairah yang begitu bahagia.
“ Ya ampun, kamu uda pulang ya dek ? “. Tanya kakaknya yang cukup kaget dengan kedatangannya.
“ Iya kak, aku udah lulus “. Jawab Fairah.
“ Alhamdulillah.... Selamat ya dek “. Jawab kakaknya dengan tersenyum.
“ Iya kak. Oya mana Ayah kak ? “. Tanya Fairah yang begitu tidak sabar untuk segera memberitahukan kabar ini kepada Ayahnya.
“ Mmmhh.... ada kok Ayah didalam “. Jawab kakaknya.
“ Ayah....”. sambil berjalan menuju kekamar Ayahnya.
“ Ayah, Adek udah pulang dan sekarang Adek udah lulus. Adek kangen sekali sama Ayah. Sekarang waktunya Adek untuk ngembahagiakan Ayah dan Kakak. Dan Adek akan berusaha untuk mencari pekerjaan, supaya Ayah dan Kakak bisa hidup enak “. Fairah berkata dengan yakin kepada Ayahnya.
“ Nak, kamu itu tidak perlu membahagiakan Ayah. Yang terpenting itu adalah kamu, bagaimana caranya kamu itu bisa bahagia “. Jawab Ayahnya yang begitu pelan.
“ Nggak Ayah, Ayah itu harus bahagia. Itu janji adek selama ini “. Jawab Fairah dengan nada yang sedikit marah.
“ Ya sudah kalau kamu ingin bahagiakan Ayah gak apa – apa. Tapi yang terpenting kamu juga harus bahagia “. Jawab Ayahnya.
Beberapa hari kemudian, Fiarah berjalan kesana kemari untuk mencari pekerjaan. Dan ternyata pencariannya itu tidak sia – sia. Dia telah mendapatkan pekerjaan yang cukup baik yaitu bekerja di sebuah perusahaan. Pekerjaannya itu tidak terlalu sulit baginya. Tapi dia tetap bersyukur karena telah mendapatkan pekerjaan.
“ Alhamdulillah..... Akhirnya aku dapat kerjaan juga “. Dalam hatinya ia berkata sambil mengelus dadanya dengan rasa syukur.
Keinginan Fairah untuk membahagiakan Ayah dan Kakaknya akhirnya hampir tercapai, karena sekarang ia sudah mendapatkan pekerjaan. Dia bahkan berniat untuk megumpulkan uangnya itu dan menggunakan sebagian uangnya untuk kepentingan Ayah dan Kakaknya. Terutama untuk kepentingan Ayahnya.
Dalam hati Fairah, dia selalu berkeinginan untuk bisa menyembuhkan Ayahnya.
“ Seandainya saja penyakit Ayah bisa disembuhkan, aku pasti akan mempergunakan semua uangku ini untuk berobat menyembuhkan Ayah “.
Walaupun Ayahnya tidak bisa sembuh total, tapi dia tetap yakin dan akan merawat Ayahnya sebaik mungkin. Karena baginya hanya Ayah dan Kakaknya lah keluarga satu-satunya yang dia punya.
Waktu terus berlalu, Fairah yang tidak terasa sudah bekerja selama lima tahun ternyata telah memiliki pangkat kerja yang lebih tinggi. Ia diangkat sebagai Direktur di perusahaannya dan itu merupakan hal yang patut untuk disyukuri.
“ Alhamdulillah.... pangkatku naik dan akhinya aku bisa membahagiakan keluaragaku “. Dalam hatinya ia berkata sambil tersenyum.
Akhirnya semua keinginan Fairah untuk membahagiakan Ayahnya telah tercapai. Ia berhasil membuat Ayahnya tersenyum dan penuh bangga terhadapnya. Bukan hanya dalam pekerjaan, tapi diluar itu juga. Ayahnya sangat bangga padanya karena sekarang ia telah menjadi orang yang sukses. Bagi Ayahnya keberhasilan Anaknya itu hal yang paling utama dari pada dirinya. Walaupun dengan keadaan seperti itu, Ayahnya sangat bersyukur karena masih bisa diberikan kesempatan untuk bisa melihat anaknya bahagia.
“ Ya Allah..... Terima kasih, akhirnya aku bisa diberi kesempatan untuk membahagiakan Ayah dan Kakakku. Walaupun aku tidak sempat membahagiakan Ibuku, tapi aku yakin bahwa Ibuku pasti tersenyum disana karena aku telah bisa membahagiakan Ayah dan Kakakku “. Ia berkata dalam hati sambil menatap Ayahnya yang sedang duduk dikursi roda.
“ Nak, terima kaaih ya kamu selama ini telah berjuang keras untuk membahagiakan Ayah dan Kakak. Ayah sangat bersyukur sekali punya anak seperti kamu yang baik dan berbakti sama keluarga “. Ayahnya berkata dengan pelan kepada Fairah yang dengan penuh kaharuan.
“ Ayah... jangan menangis, ini memang kewajiban Fairah untuk membahagiakan Ayah. Fairah juga bahkan tidak merasa terbebani dengan semua ini. Bahkan Fairah merasa senang Ayah “. Jawab Fairah dengan senyuman dan kemudian mencium tangan Ayahnya.
“ Iya, terima kasih ya nak “. Jawab Ayahnya sambil mengelus kepala Fairah.
“ Ayah tidak perlu berterima kasih, Fairah melakukan semua ini dengan ikhlas. Fairah sangat sayang sekali sama Ayah “. Sambil memeluk Ayahnya.
“ Iya nak, Ayah juga sangat sayang sama kamu “. Jawab Ayahnya.
Tidak hanya itu, Kakak Fairah yang usianya telah menginjak 23 tahun akhirnya telah menemukan sesosok pria yang baik dan mencintainya. Dan tidak lama setelah itu, kemudian mereka akan menikah. Kebahagiaan Fairah pun lengkap sudah. Dia merasa lega akhirnya bisa membuat keluarganya tersenyum dengan penuh kabahagiaan. Dan ternyata bagi Fairah musibah yang selama ini menimpa dia ternyata membawa kebahagiaan yang begitu amat besar dalam hidupnya. Dia sangat bersyukur bahwa dibalik musibah selama ini, tersimpan hikmah yang begitu besar dalam kaluarganya. Dia sadar bahwa setiap musibah yang menimpanya itu, tidak harus jatuh terus – menerus tapi harus bangkit dan berusaha untuk memulai semuanya. Supaya pada suatu saat nanti ia bisa menemukan hikmah dari musibah itu.


Sekian dari cerpen saya...:)
Terima kasih sudah membaca.... :D


Rabu, 25 Desember 2013

Arti Mimpi Air





Hai teman – teman, selama kalian hidup ini pernah kah bermimpi tentang air..??

Mmmmhh.. Tentunya pasti pernah kan, paling tidak satu kali... :)

Naah, disini saya akan berbagi sedikit info tentang arti mimpi air..

Arti mimpi tentang air ini bisa positif, bisa juga negatif tergantung pada beberapa pertimbangan. Disini ada berbagai mimpi air, baik dalam jumlah kecil seperti percikan atau cipratan, maupun air adalam jumlah besar seperti sungai, kolam, bahkan laut. Nah, jika kalian ingin mengetahui arti dari mimpi kalian tentang air itu, maka kalian harus mengamati atau mengingat sacara detail bentuk air dalam mimpi kalian tersebut. Semakin banyak detail yang kamu ingat akan membantumu untuk mengerti mimpimu itu.
Ada beberapa arti mimpi tentang air, yaitu :
1.      Percikan air, artinya itu merupakan panggilan untuk bangun/bangkit dari situasi emosi yang mungkin membuat kamu down.
2.      Air yang mendidih atau panas berarti emosimu sedang memuncak dan kamu perlu waktu untuk menenangkan diri.
3.      Air yang kotor atau berwarna gelap, artinya kamu terlalu terfokus pada pikiran atau emosi negatif dan kamu perlu untuk menyegarkan emosi atau pikiranmu.
4.      Mimpi mengenai badai atau tsunami yang menggambarkan emosi atau keadaan diluar kendali.
5.      Memimpikan sungai, air terjun atau aliran air lainnya itu memiliki arti positif yaitu pembaharuan atau permulaan perjalanan baru.

Jadi, kalau kalian bermimpi tentang air maka perhatikan detail – detail tadi dan pertimbangkan situasi atau keadaan apa yang mungkin memicu mimpi itu terjadi ?

Sekian info tentang arti mimpi airnya ya teman – teman.. :)

Makasih ya sudah membaca.. :D

Selasa, 24 Desember 2013

Cerita Raja Berekor dari Belitung


Haaayy guuuyyss,,,aku ada cerita niih tentang Raja Berekor dari cerita rakyat Belitung... :) 

Dibaca yaaah... :D

Selamat membaca... :D

Maaf jika ceritanya agak diringkas yaaahh... :)

     Cerita ini merupakan kegiatan dari asal usul Pulau Belitung. Dimana terdapat sebuah pulau hanyut yang di akibatkan kemurkaan seorang raja di Bali akibat anaknya mengandung anak akibat hubungannya dengan anjing kesayangannya.
    Hatta setelah tiba waktunya, sang putri yang mengandung akibat hubungan dengan anjing kesayangannya, melahirkan seorang bayi laki-laki. Berbeda dengan bayi normal, sekujur tubuh bayi tersebut penuh di tumbuhi bulu-bulu subur serta memiliki sebuah ekor kecil layaknya anjing.
     Karena persediaan makanan kiriman dari istana sebelum di kutuk ayahnya telah menipis, sang putri pun mulai menggantungkan hidup dari alam. Untuk membesarkan anaknya, di temani anjing kesayangannya ia berburu binatang apa saja yang ada di hutan, menangkap ikan di sungai, serta memakan tumbuhan hutan apa saja yang bisa di makan.
     Suatu hari, si anak berekor berburu sendiri ke hutan. Dalam hutan ia bertemu sepasang burung ( di sebutkan sebagai burung kutilang ) yang sedang memberi makan anaknya. Ia akan memanah burung-burung tersebut. Namun mengingat burung tersebut sedang memberi makan ankanya, anak berekor pun mengurungkan niatnya. Dalam hatinya malah timbul rasa kasihan melihat keharmonisan keluarga burung tersebut. Sepanjang hari itu, ia merasa sangat terkesan dengan keluarga burung tersebut. Dan sepanjang perjalanan ia terus terbayang kemesraan burung tersebut. Hingga tak seokor burung pun berhasil ia panah hari itu. Setiba di rumah, ia pun segera menghampiri ibunya dan bertanya, “ Mak ,dimane aya aku ne ? “
Di tanya demikian, si Ibu kaget. Lalu menjawab “ Aya kau ndak ade “.
Tak puas dengan jawaban ibunya, si anak pun lantas berujar, ” Ndak mungkin anak manusie ndak ade aya. Sedangkan binatang sajak macam burong kutilang nok aku liat de bang utan tadik ade umak bapak e.”
Walau di desak, sang putri tetap tak menjawab. Hingga kemudian anaknya berkata keras kepada ibunya.” Sebutla benar-benar demane aya aku ? kaluk,ikam ndak, ikam aku buno.” jawabnya dengan bengis.
Mendengar ancaman tersebut, karuan si ibu ketakutan. Akhirnya, setelah berkali-kali diancam, sang ibu pun berkata, ”Aya kau to si Tumang, asuk kesayangen kite.”
Mendengar jawaban tersebut, bukan main marahnya si anak berekor. Sekejap kemudian ia telah berhasil menangkap Tumang yang berdiri tak jauh dari ibunya. Dalam hitungan detik terdengar lengkingan pendek tapi nyaring si Tumang. Sekejap kemudian, nampak anjing itu telah terkapar di atas tanah. Kepalanya hancur, akibat bantingan keras si anak. Tumang, anjing kesayangan sang putri yang adalah ayah biologis si anak berekor, mati mengenaskan akibat di banting anaknya sendiri. Dan bangkainya lalu di hanyutkan di sungai.
     Begitulah, waktu pun terus berjalan. Si anak berekor telah tumbuh menjadi seorang pemuda normal yang gagah perkasa, namun ekornya makin panjang. Suatu hari, pemuda berekor itu minta izin kepada ibunya untuk menjelajahi daerah lain. Dan dia di sarankan leh ibunya untuk membuat perahu.
     Setelah perahu dan berbagai perlengkapan serta perbekalan selesai di siapkan, pemuda bereokor pun berangkat. Berlayar mengarungi samudra tanpa tahu arah tujuan pasti, hingga akhirnya mencapai daratan pulau Sumatra yang masuk wilayah kekuasaan Raja Palembang. Kepada Raja Palembang ia mengajukan diri untuk menjadi raja. Raja Palembang setuju dengan usulan tersebut. Namun syaratnya, ia harus memerintah di daerah asalnya dan daerah tersebut menjadi taklukan Raja Palembang. Syarat Raja Palembang itu di terima pemuda berekor, hinga jadilah ia sebagai seorang Raja di daerah asalnya yang kemudian terkenal dengan Raja Berekor. Namun, sebelum kembali ke daerah asalnya, ia di bekali perlengkapan secukupnya dan rakyat berasal dari daerah taklukan Raja Palembang Konon jumlahnya setara dengan delapan gantang butir padi.
     Tiba dibelitung, Raja Berekor mendirikan istana di sekitar Aik Bebulak, Kelekak Usang kearah perawas, sejajar dengan aliran sungai Cerucuk yang melintasi Kampung Perawas sekarang ini. Di atas tempayan besar di letakan satu keping papan dari kayu ulin yang diberi lobang sebagai tempatnya memasukan ekor ketika duduk di sanggasana. Dan kemanapun Raja Berekor ini pergi tempat duduk itu selalu di bawa.
     Dalam menjalankan pemerintahan, Raja Berekor di dampingi Sembilan pembantu, terdiri atas : perdana mentri, hulubalang dan pesuruh yang salah satunya bernama sikum. Selain itu di tangkap pula sejumlah perempuan untuk di jadikan juru masak dan dayang-dayang istana. Setiap kehendak raja selalu dituruti para pembantu nya yang sebenarnya takut dengan kekekaran dan kebengisannya. 
       Satu hari seorang juru masak istana membuat kelalaian . Saat menyiapkan makanan siang buat sang raja, salah satu jarinya tersayat pisau, hingga darahnya menetes dalam makanan yang sedang disiapkan. Ketika makanan tersebut dihidangkan kepada sang raja bukan mainnya takut juru masak.
      Tapi, apa yang terjadi kemudian? Setelah dihidangkan sang raja memakannya dengan lahap. Sekonyong-konyong, Raja berekor tertawa terbahak-bahak, sambil berteriak keras kepada Perdana Mentrinya.
“ Perdana Mentri panggil juru masak ! ” Perdana Mentri pun langsung memanggil juru masak dan kembali menghadap sang raja bersama juru masak tak lama kemudian .
“ Ampun Baginda hamba datang ngadap,” ujar Perdana mentri di ikuti juru masak.
“ Juru masak ! Nyaman benar kau masak sari ne, rasenye lebe nyaman dari masakan nok lauda-uda. Bahan ape nok kau masokkan de dalamnye? “  Tanya raja Berekor .
Ditanya demikian, juru masak gemetaran. mukanya pucat pasi. Keringat dingin mengucur deras didahinya.
Ampun tuan ku, hamba masak macam biase sajak, ndak ade nok demasokan bang masakan itu. Semuenye bumbu masakan kan bahan nok ade dedapor kitelah ”. Jawab juru masak itu gemetaran . ” Akh, ndak mungkin ! ” sergah sang raja. ” cuba terus terang, pasti ade nik lebeh dari biase e”. sergah sang raja lagi.
Takut dengan raja,juru masak itu pun dengan pasrah dan terbata-bata berujar, ” seingat hamba, waktu mengiris sayor, ujung tangan hamba teriris pisuk lalu bannyak keluar dara. Dara itu tecampor kan bumbu tadik ” jawab juru masak sambil gemetaran.
Mendengar jawaban si juru masak, sang raja tersenyum sambil mengangguk-angguk kecil. Dalam hatinya terbayang mungkin darah manusia di campur daging manusia lebih enak rasanya. Hingga akhirnya muncul
Perdana Mentri, ngape kite ndak nyubak makan daging manusie sajak ? ” Tanya raja lagi.
“ Hamba,…ndak sampai ati tuanku,”  jawab Perdana Mentri ketakutan.
Meledaklah kemarahan sang raja dengan jawaban tersebut. Sambil menghunus pedang ia berteriak, “ turutek perinta aku ! kaluk ndak kau nok aku buno “.
Akhirnya dengan sangat terpaksa Perdana Mentri menuruti kehendak raja itu. Membunuh manusia untuk di jadikan santapan raja. Korban pertamanya adalah juru masak. Rupanya dugaan raja bengis itu benar. Ketika menyantap daging sang juru masak ia nampak merasakan kenikmatan tiada tara.
     Sejak saat itu, setiap hari pasti ada rakyatnya yang dikorbankan untuk di jadikan santapan raja pemakan manusia itu. Semua jenis dan tingkatan umur di coba, anak-anak, orang dewasa, orang tua, laki-laki, maupun perempuan. Malahan terkadang dalam sehari lebih dari satu orang yang menjadi korban.
     Akibatnya, rakyat semakin takut dan kerajaan pun semakin sepi. Semua rakyat berdiam diri di rumah, menghindar agar tidak menjadi santapan raja. Akhirnya, rakyat yang semula begitu banyak hari demi hari menjadi kian sedikit. Sementara para pembantu istana tak berdaya mengatasi tabiat buruk raja yang buas dan kejam itu.
      Satu saat, tanpa di ketahui para hulu baling istana rakyat melarikan diri ke daerah Belantu, Sijuk, Buding dan daerah lainya. Sedang yang belum melarikan diri dan jumlahnya sangat sedikit, kemudian mendapat giliran menjadi santapan raja. Hingga akhirnya yang tertinggal hanya sembilan orang pembantu raja saja. Mengetahui rakyatnya sudah tak ada lagi di kerajaan, Raja Berekor pun menjadi gelisah dan menanyakannya kepada sembilan pembantu nya. Oleh mereka di jawab bahwa, rakyat telah habis dijadikan santapan raja.
     Karena haus dengan darah dan daging manusia, raja pun bermaksud memakan ke Sembilan pembantunya yang masih tersisa di istana. Namun bagaimana caranya ? Segera la raja bengis ini memanggil ke Sembilan pembantunya dan mengadakan seyembara yang terdiri dari dua buah teka teki berbunyi : “ DELIPAT KEMBANG DELIKOR,DELIMA KEMBANG DELIKAM “
 Barang siape ndak dapat ngenjawabnye, kan aku buno.Untuk itu mikak kuberik waktu duak ari untuk ngenjawabnye,” ungkap raja.

Mendapat seyembara tersebut ke Sembilan pembantu raja itu segera bermusyawarah. Salah satunya adalah pak Sikum. Orang tua ini sudah lama mengabdi pada kerajaan. Hingga ia tahu persis keadaan kerajaan. Setelah bermusyawarah, ke sembilan orang ini pun akhirnya berhasil memecahkan teka-teki tersebut.” DELIPAT KEMBANG DELIKOR “ berarti empat orang dimakan waktu lohor ( siang ) dan DELIMA KEMBANG DELIKAM berarti lima orang di makan waktu malam.
      Setelah berhasil memecahkan teka-teki tersebut tiba-tiba pak Sikum berteriak,” Kite harus ngadilek raje lalim itu.
Kite ndak mungkin ngembunonye secare terang-terangen. Sebab die sakti, die juak kebal kan senjate tajam.”
     Menghadapi kenyataan itu, semua yang hadir terdiam. Namun, tiba-tiba Pak Sikum teringat sesuatu.” De istana ne tersimpan duak buah alu sakti terbuat dari kayu simpor laki. Alu sakti itu la nok dapat ngembuno raje,” ujarnya setengah berteriak.
     Untuk melaksanakan niatnya, Sembilan pembantu raja itu pun mencuri dua buah alu sakti tersebut. Lalu, mereka menyususn rencana pembunuhan terhadap raja bengis itu. Disepakati waktunya saat mereka menghadap raja ketika batas waktu yang di berikan habis.
     Batas waktu yang di terapkan raja pun tiba. Ke Sembilan pembantu raja datang menghadap. Namun, dari singgasananya, raja merasa kejanggalan pada para pembantunya. Dua di antara mereka tidak membawa tombak seperti biasa, api membawa alu. Hingga Raja Berekor menjadi agak sedikit curiga.
        Masih curiga, raja pun menanyakan apakah mereka sudah berhasil menjawab teka-teki yang di ajukan nya dua hari lalu.
Pertanyaan raja itu, secara berpantun di jawab Perdana Mentri, dengan membalikan teka-teki yang di ajukan :
DELIPAT KEMBANG  DELIKOR
DELIPAT KEMBANG DELIKAM
URANG LIMAK NGIBIT IKOR
URANG EMPAT SERETE NIKAM
Belum sempat, raja bereaksi pak Sikum, langsung membalas pantun Perdana Mentri :
SAK DUA DAUN SIMPOR
KETIGE DAUN GENALU
URANG LIMAK NGIBIT IKOR
URANG DUA NGEMPOK KEN ALU
     Mendengar jawaban tersebut, sadarlah Raja Berekir bahwa pantun itu adalah siasat Sembilan para pembantunya untuk membunuhnya.Seketika murkalah Raja Berekor.Ia bangkit dari singgasananya, hingga tanpa di sadari ekornya turut keluar dari lobang tempayan.
     Begitu melihat ekor sang raja keluar, serentak para pembantu raja itu menyerang. Lima orang memegangi ekor, empat lainya masing-masing dua orang memukul kepala raja bengis dan kejam itu dengan alu sakti dan menusuknya dengan keris. Akibatnya seketika tubuh raja yang besar dan kekar itu pun tumbang bersimbah darah. Mayatnya, oleh Sembilan pembantunya, di hanyutkan ke sungai. Dengan begitu tamatlah riwayat Raja Berekor, pemangsa manusia yang begitu bengis dan kejam itu.
     *) Kayu simpor laki ini meurut kepercayaan orang Belitung sebagai penagkal binatang buas dan berbisa, seperti harimau dan ular. Menurut cerita kesaktian simpor laki ini di dukung oleh pepatah lama di Belitung yang berbunyi :
ALU SEGIOK GIONG
SEGALE-GALE UBI
SEKUCAK-SEKUCONG
TENTONG KAYU BINGKOK, BINGKOK DEMAKAN API
ALU UKAN SEMBARANG ALU
ALU TEBUAT DARI SIMPOR LAKI
SIFAT NOK BEIKOR
AMUN TEPELASA KAN SIMPOR LAKI
TENTU MATI

Senin, 23 Desember 2013

Guru Profesional



Hey guys,,,,menurut kalian untuk menjadi seorang guru yang profesional itu bagaimana ya caranya..?? :)


Mmmmhh,,,kalau menurut aku siiihh yang pertama itu yaaahh harus baik tentunya...  :D Terus yang kedua mungkin dia harus bisa menguasai semua materi yang akan dia ajarkan. Tapi, tidak termasuk materi diluar pelajaran lhooo... hehe :D  Kemudian yang ketiga dia harus konsisten dengan setiap keputusan yang telah dibuat. Tapi hal yang terpenting bagi aku adalah dia harus bisa menghargai setiap usaha siswanya dan selalu menuntun siswa menjadi seseorang yang cerdas. Bukan malah memberikan pengertian yang membuat siswa itu menjadi takut. Karena, menurut saya selama ini kurang lebih banyak guru yang tidak suka jika muridnya itu bisa mengalahkan atau lebih dari dia.



So, guys.. Jika kalian nantinya menjadi seorang guru maka jadilah guru yang profesional dan bisa dibanggakan oleh muridnya bukan malah membanggakan diri sendiri... :D



Ok, sekian dari pendapat saya... :D

Mmmhh,,,menurut pendapat kalian bagaimana..?? ;) :D