Haaayy guuuyyss,,,aku ada cerita niih tentang Raja Berekor
dari cerita rakyat Belitung... :)
Dibaca yaaah... :D
Selamat membaca... :D
Maaf jika ceritanya agak diringkas yaaahh... :)
Cerita ini merupakan kegiatan dari asal usul Pulau
Belitung. Dimana terdapat sebuah pulau hanyut yang di akibatkan kemurkaan
seorang raja di Bali akibat anaknya mengandung anak akibat hubungannya dengan
anjing kesayangannya.
Hatta
setelah tiba waktunya, sang putri yang mengandung akibat hubungan dengan anjing
kesayangannya, melahirkan seorang bayi laki-laki. Berbeda dengan bayi normal, sekujur
tubuh bayi tersebut penuh di tumbuhi bulu-bulu subur serta memiliki sebuah ekor
kecil layaknya anjing.
Karena
persediaan makanan kiriman dari istana sebelum di kutuk ayahnya telah menipis,
sang putri pun mulai menggantungkan hidup dari alam. Untuk membesarkan anaknya,
di temani anjing kesayangannya ia berburu binatang apa saja yang ada di hutan, menangkap
ikan di sungai, serta memakan tumbuhan hutan apa saja yang bisa di makan.
Suatu hari, si anak berekor berburu sendiri ke hutan. Dalam
hutan ia bertemu sepasang burung ( di sebutkan sebagai burung kutilang ) yang
sedang memberi makan anaknya. Ia akan memanah burung-burung tersebut. Namun
mengingat burung tersebut sedang memberi makan ankanya, anak berekor pun
mengurungkan niatnya. Dalam hatinya malah timbul rasa kasihan melihat
keharmonisan keluarga burung tersebut. Sepanjang
hari itu, ia merasa sangat terkesan dengan keluarga burung tersebut. Dan sepanjang
perjalanan ia terus terbayang kemesraan burung tersebut. Hingga tak seokor
burung pun berhasil ia panah hari itu. Setiba di
rumah, ia pun segera menghampiri ibunya dan bertanya, “ Mak
,dimane aya aku ne ? “
Di tanya demikian, si Ibu kaget. Lalu menjawab “ Aya
kau ndak ade “.
Tak puas dengan jawaban ibunya, si anak pun lantas
berujar, ” Ndak mungkin anak manusie ndak ade aya. Sedangkan
binatang sajak macam burong kutilang nok aku liat de bang utan tadik ade umak
bapak e.”
Walau di desak, sang putri tetap tak menjawab. Hingga
kemudian anaknya berkata keras kepada ibunya.” Sebutla benar-benar demane
aya aku ? kaluk,ikam ndak, ikam aku buno.” jawabnya dengan bengis.
Mendengar ancaman tersebut, karuan si ibu ketakutan. Akhirnya,
setelah berkali-kali diancam, sang ibu pun berkata, ”Aya kau to
si Tumang, asuk kesayangen kite.”
Mendengar
jawaban tersebut, bukan main marahnya si anak berekor. Sekejap kemudian ia
telah berhasil menangkap Tumang yang berdiri tak jauh dari ibunya. Dalam
hitungan detik terdengar lengkingan pendek tapi nyaring si Tumang. Sekejap
kemudian, nampak anjing itu telah terkapar di atas tanah. Kepalanya hancur, akibat
bantingan keras si anak. Tumang, anjing kesayangan sang putri yang adalah ayah
biologis si anak berekor, mati mengenaskan akibat di banting anaknya sendiri.
Dan bangkainya lalu di hanyutkan di sungai.
Begitulah, waktu
pun terus berjalan. Si anak berekor telah tumbuh menjadi seorang pemuda normal
yang gagah perkasa, namun ekornya makin panjang. Suatu hari, pemuda berekor itu
minta izin kepada ibunya untuk menjelajahi daerah lain. Dan dia di sarankan leh
ibunya untuk membuat perahu.
Setelah
perahu dan berbagai perlengkapan serta perbekalan selesai di siapkan, pemuda
bereokor pun berangkat. Berlayar mengarungi samudra tanpa tahu arah tujuan
pasti, hingga akhirnya mencapai daratan pulau Sumatra yang masuk wilayah
kekuasaan Raja Palembang. Kepada Raja Palembang ia mengajukan
diri untuk menjadi raja. Raja Palembang setuju dengan usulan tersebut. Namun
syaratnya, ia harus memerintah di daerah asalnya dan daerah tersebut menjadi
taklukan Raja Palembang. Syarat Raja Palembang itu di terima
pemuda berekor, hinga jadilah ia sebagai seorang Raja di daerah asalnya yang
kemudian terkenal dengan Raja Berekor. Namun, sebelum kembali ke daerah
asalnya, ia di bekali perlengkapan secukupnya dan rakyat berasal dari daerah
taklukan Raja Palembang Konon jumlahnya setara dengan delapan gantang butir
padi.
Tiba dibelitung, Raja Berekor mendirikan istana di
sekitar Aik Bebulak, Kelekak Usang kearah perawas, sejajar dengan aliran sungai
Cerucuk yang melintasi Kampung Perawas sekarang ini. Di atas tempayan besar di
letakan satu keping papan dari kayu ulin yang diberi lobang sebagai tempatnya
memasukan ekor ketika duduk di sanggasana. Dan kemanapun Raja Berekor ini pergi
tempat duduk itu selalu di bawa.
Dalam menjalankan pemerintahan, Raja Berekor di
dampingi Sembilan pembantu, terdiri atas : perdana mentri, hulubalang dan
pesuruh yang salah satunya bernama sikum. Selain itu di tangkap pula sejumlah
perempuan untuk di jadikan juru masak dan dayang-dayang istana. Setiap kehendak
raja selalu dituruti para pembantu nya yang sebenarnya takut dengan kekekaran
dan kebengisannya.
Satu hari seorang juru masak istana membuat kelalaian . Saat menyiapkan makanan
siang buat sang raja, salah satu jarinya tersayat pisau, hingga darahnya
menetes dalam makanan yang sedang disiapkan. Ketika makanan tersebut
dihidangkan kepada sang raja bukan mainnya takut juru masak.
Tapi, apa
yang terjadi kemudian? Setelah dihidangkan sang raja memakannya dengan lahap.
Sekonyong-konyong, Raja berekor tertawa terbahak-bahak, sambil berteriak keras
kepada Perdana Mentrinya.
“ Perdana Mentri panggil juru masak !
” Perdana
Mentri pun langsung memanggil juru masak dan kembali menghadap sang raja
bersama juru masak tak lama kemudian .
“ Ampun Baginda hamba datang ngadap,” ujar Perdana mentri di ikuti juru
masak.
“ Juru masak ! Nyaman benar kau
masak sari ne, rasenye lebe nyaman dari masakan nok lauda-uda. Bahan ape nok
kau masokkan de dalamnye? “ Tanya raja Berekor .
Ditanya
demikian, juru masak gemetaran. mukanya pucat pasi. Keringat dingin mengucur
deras didahinya.
“ Ampun tuan ku, hamba masak macam biase sajak, ndak ade
nok demasokan bang masakan itu. Semuenye bumbu masakan kan bahan nok ade
dedapor kitelah ”. Jawab
juru masak itu gemetaran . ” Akh, ndak mungkin ! ” sergah sang raja. ” cuba terus
terang, pasti ade nik lebeh dari biase e”. sergah sang raja lagi.
Takut dengan raja,juru masak itu pun dengan pasrah dan
terbata-bata berujar, ” seingat hamba, waktu mengiris sayor, ujung tangan hamba
teriris pisuk lalu bannyak keluar dara. Dara itu tecampor kan bumbu tadik ” jawab juru masak sambil gemetaran.
Mendengar
jawaban si juru masak, sang raja tersenyum sambil mengangguk-angguk kecil. Dalam
hatinya terbayang mungkin darah manusia di campur daging manusia lebih enak
rasanya. Hingga akhirnya muncul
“ Perdana Mentri, ngape kite ndak nyubak makan daging
manusie sajak ? ” Tanya raja lagi.
“ Hamba,…ndak sampai ati tuanku,” jawab Perdana Mentri ketakutan.
Meledaklah kemarahan sang raja dengan jawaban tersebut.
Sambil menghunus pedang ia berteriak, “ turutek perinta aku ! kaluk ndak kau
nok aku buno “.
Akhirnya
dengan sangat terpaksa Perdana Mentri menuruti kehendak raja itu. Membunuh
manusia untuk di jadikan santapan raja. Korban pertamanya adalah juru masak. Rupanya
dugaan raja bengis itu benar. Ketika menyantap daging sang juru masak ia nampak
merasakan kenikmatan tiada tara.
Sejak saat
itu, setiap hari pasti ada rakyatnya yang dikorbankan untuk di jadikan santapan
raja pemakan manusia itu. Semua jenis dan tingkatan umur di coba, anak-anak, orang
dewasa, orang tua, laki-laki, maupun perempuan. Malahan terkadang dalam sehari
lebih dari satu orang yang menjadi korban.
Akibatnya,
rakyat semakin takut dan kerajaan pun semakin sepi. Semua rakyat berdiam diri
di rumah, menghindar agar tidak menjadi santapan raja. Akhirnya, rakyat yang
semula begitu banyak hari demi hari menjadi kian sedikit. Sementara para
pembantu istana tak berdaya mengatasi tabiat buruk raja yang buas dan kejam
itu.
Satu saat, tanpa
di ketahui para hulu baling istana rakyat melarikan diri ke daerah Belantu, Sijuk,
Buding dan daerah lainya. Sedang yang belum melarikan diri dan jumlahnya sangat
sedikit, kemudian mendapat giliran menjadi santapan raja. Hingga akhirnya yang
tertinggal hanya sembilan orang pembantu raja saja. Mengetahui rakyatnya sudah
tak ada lagi di kerajaan, Raja Berekor pun menjadi gelisah dan menanyakannya
kepada sembilan pembantu nya. Oleh mereka di jawab bahwa, rakyat telah habis
dijadikan santapan raja.
Karena haus dengan darah dan daging manusia, raja pun
bermaksud memakan ke Sembilan pembantunya yang masih tersisa di istana. Namun
bagaimana caranya ? Segera la raja bengis ini memanggil ke Sembilan pembantunya
dan mengadakan seyembara yang terdiri dari dua buah teka teki berbunyi : “ DELIPAT
KEMBANG DELIKOR,DELIMA KEMBANG DELIKAM “
“ Barang siape ndak dapat ngenjawabnye, kan aku
buno.Untuk itu mikak kuberik waktu duak ari untuk ngenjawabnye,” ungkap raja.
Mendapat seyembara tersebut ke Sembilan pembantu raja
itu segera bermusyawarah. Salah satunya adalah pak Sikum. Orang tua ini sudah
lama mengabdi pada kerajaan. Hingga ia tahu persis keadaan kerajaan. Setelah
bermusyawarah, ke sembilan orang ini pun akhirnya berhasil memecahkan teka-teki
tersebut.” DELIPAT KEMBANG DELIKOR “ berarti empat orang dimakan
waktu lohor ( siang ) dan DELIMA KEMBANG DELIKAM berarti lima orang di makan waktu
malam.
Setelah berhasil memecahkan teka-teki tersebut
tiba-tiba pak Sikum berteriak,” Kite harus ngadilek raje lalim itu.
Kite ndak mungkin ngembunonye secare terang-terangen. Sebab
die sakti, die juak kebal kan senjate tajam.”
Menghadapi kenyataan itu, semua yang hadir terdiam. Namun,
tiba-tiba Pak Sikum teringat sesuatu.” De istana ne tersimpan duak
buah alu sakti terbuat dari kayu simpor laki. Alu sakti itu la nok dapat
ngembuno raje,” ujarnya
setengah berteriak.
Untuk
melaksanakan niatnya, Sembilan pembantu raja itu pun mencuri dua buah alu sakti
tersebut. Lalu, mereka menyususn rencana pembunuhan terhadap raja bengis itu. Disepakati
waktunya saat mereka menghadap raja ketika batas waktu yang di berikan habis.
Batas waktu
yang di terapkan raja pun tiba. Ke Sembilan pembantu raja datang menghadap. Namun,
dari singgasananya, raja merasa kejanggalan pada para pembantunya. Dua di
antara mereka tidak membawa tombak seperti biasa, api membawa alu. Hingga Raja
Berekor menjadi agak sedikit curiga.
Masih
curiga, raja pun menanyakan apakah mereka sudah berhasil menjawab teka-teki
yang di ajukan nya dua hari lalu.
Pertanyaan
raja itu, secara berpantun di jawab Perdana Mentri, dengan membalikan teka-teki
yang di ajukan :
DELIPAT KEMBANG DELIKOR
DELIPAT KEMBANG DELIKAM
URANG LIMAK NGIBIT IKOR
URANG EMPAT SERETE NIKAM
Belum
sempat, raja bereaksi pak Sikum, langsung membalas pantun Perdana Mentri :
SAK DUA DAUN SIMPOR
KETIGE DAUN GENALU
URANG LIMAK NGIBIT IKOR
URANG DUA NGEMPOK KEN ALU
Mendengar
jawaban tersebut, sadarlah Raja Berekir bahwa pantun itu adalah siasat Sembilan
para pembantunya untuk membunuhnya.Seketika murkalah Raja Berekor.Ia bangkit
dari singgasananya, hingga tanpa di sadari ekornya turut keluar dari lobang
tempayan.
Begitu melihat ekor sang raja keluar, serentak para pembantu raja itu menyerang. Lima orang memegangi ekor, empat lainya masing-masing dua orang memukul kepala raja bengis dan kejam itu dengan alu sakti dan menusuknya dengan keris. Akibatnya seketika tubuh raja yang besar dan kekar itu pun tumbang bersimbah darah. Mayatnya, oleh Sembilan pembantunya, di hanyutkan ke sungai. Dengan begitu tamatlah riwayat Raja Berekor, pemangsa manusia yang begitu bengis dan kejam itu.
Begitu melihat ekor sang raja keluar, serentak para pembantu raja itu menyerang. Lima orang memegangi ekor, empat lainya masing-masing dua orang memukul kepala raja bengis dan kejam itu dengan alu sakti dan menusuknya dengan keris. Akibatnya seketika tubuh raja yang besar dan kekar itu pun tumbang bersimbah darah. Mayatnya, oleh Sembilan pembantunya, di hanyutkan ke sungai. Dengan begitu tamatlah riwayat Raja Berekor, pemangsa manusia yang begitu bengis dan kejam itu.
*) Kayu simpor
laki ini meurut kepercayaan orang Belitung sebagai penagkal binatang buas dan
berbisa, seperti harimau dan ular. Menurut cerita kesaktian simpor laki ini di
dukung oleh pepatah lama di Belitung yang berbunyi :
ALU SEGIOK GIONG
SEGALE-GALE UBI
SEKUCAK-SEKUCONG
TENTONG KAYU BINGKOK, BINGKOK DEMAKAN
API
ALU UKAN SEMBARANG ALU
ALU TEBUAT DARI SIMPOR LAKI
SIFAT NOK BEIKOR
AMUN TEPELASA KAN SIMPOR LAKI
TENTU MATI
jdi tau crta belitung, mksh infonya:)
BalasHapusiya ka :)
Hapus,jadi pengen ke belitung
BalasHapusayooo kbelitung.. :)
Hapusohh gitu to mb fit :D
BalasHapuspanjang bner ceritanya :p
BalasHapushttp://srikurnia27.blogspot.com